W3LC0ME TO MY BLOG



  • W3LC0ME TO IZZA'S BLOg
    SAFELY ENJOY



    Sabtu, 21 Mei 2011

    BUMI yang MALANG

    Ketika itu guncangan gelombang tsunami membabat habis Aceh, disusul dengan luapan lumpur Lapindo yg tak kunjung berhenti, kemudian gempa menguncang Yogyakarta, padang, Sumbar, dan akirnya gempa itu sampai ke Ibu Kota, Jakarta kemaren sore.

    Bumi berkata, “Ya, Allah aku ini sudah tertalu tua. Aku sudah bosan menanggung beban para manusia pembuat dosa. Aku sudah lelah ya Allah. Mereka selalu berbuat seenaknya di “punggungku”.

    Aku sudah menumpahkan lautanku, aku sudah memuntahkan lumpurku, aku sudah menggetarkan “punggungku” untuk memperingatkan mereka. Tapi kenapa masih banyak dari mereka yang lebih suka bermaksiat kepadaMu daripada menyembahMu?

    Ya Allah, sampai kapan aku harus bertahan seperti ini ? Sampai kapan aku harus memikul beban ini ? Sampai kapan aku harus memikul para pembuat dosa ini ?”


    Sahabat, mungkin itulah yg sedang dialami bumi saat ini. Bumi sudah tertalu tua untuk menampung dosa-dosa kita, untuk menampung maksiat kita.

    Akhir-akhir ini, kita sering sekali memdapatkan sebuah peringatan dari Allah melalui makhlukNya yag bernama Bumi. Bencana seakan tiada akhir, gempa, gempa, dan gempa silih berganti.

    Mungkin itu adalah peringatan bagi kita “manusia” yg sering lalai akan keberadaan Dia. Kita jarang sekali mengingatNya, bahkan melupakanNya, atau mungkin malah kita tidak tahu siapa Dia. Naudzubillahi min dzalik.........

    Kawan, mari kita rubah haluan kapal kita. Kita juga harus menyakinkan pada penumpang lain kalau haluan kapal kita itu salah. Sebelum kita terjebak di tengah lautan dan tak bisa kembali. Sebelum Allah murka dan menenggelamkan kapal kita ke dalam lautan nan gelap gulita.

    Mari kita bersama-sama meringankan beban berat yg dipikul Bumi ini dengan saling mengingatkan, saling menasehati dalam kebaikan.

    Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita dan selalu membersamai kita dalam memutar haluan kapal ini, dalam meringankan beban bumi ini, dan dalam menegakkan kalimat mulia Laa ilaaha illallaah.

    Semoga bencana yg silih berganti ini dapat mengingatkan kita kembali bahwa tidak ada Dzat yang patut untuk disembah kecuali Allah Azza wa Jalla.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar