W3LC0ME TO MY BLOG



  • W3LC0ME TO IZZA'S BLOg
    SAFELY ENJOY



    Jumat, 27 Mei 2011

    Buku harian Perjalanan Kematian

    Beberapa tahun yg lalu atau tepatnya 12 tahun yang lalu, seorang gadis 15 tahun bernama Lisa Marie meninggal gantung diri di rumahnya. Dia seorang gadis manis dan tinggal di Michigan (salah satu negara bagian di Amerika Serikat). ia memiliki seorang kekasih bernama Jake yang tinggal di California. Lima hari setelah kematiannya ,ibunya menemukan buku hariannya di kamarnya. MySpace
    Ibunya ingin mengetahui sebab kematiannya.ini merupakan pesan berupa e-mail dari ibunda Lisa Marie,Miranda Gonzalez . Berikut adalah sebagian dari isi buku harian tersebut :
    November 7,1999
    Dear Diary, hari ini hari pertama sekolah di Michigan
    Pada saat saya masuk kelas, saya diejek murid-murid cowok yang menyebut saya orang aneh. Inilah awal hari yg buruk. Kemudian beberapa murid cewek cantik dan populer mendatangi saya dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan saya orang terjelek yang pernah mereka temui. Saya pun menangis. Saya lalu pulang ke rumah dan menelepon Jake (kekasih Lisa). Saya pikir hari ini akan menjadi lebih baik. Namun dia katakan bahwa hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan ; sekarang dia tinggal di California. Lalu saya katakan bahwa saya mencintainya dan rindu padanya. Tetapi dia mengakui bhw alasan dia pacaran dengan saya adalah karena dia ditantang teman-temannya. Dia lalu memutuskan hubungan, padahal kami sudah berpacaran selama 2,5 tahun.
    November 9,1999
    Saya sungguh rindu pada Jake. Tapi dia berubah! nomor teleponnya sudah tidak bisa dihubungi. Hari ini seorang cowok populer mengajak saya ke pesta dansa. Kemudian cewek-cewek cantik kemarin mengajak saya makan siang bersama. Wow, sungguh menyenangkan !

    November 10,1999
    Saya sedang menangis sekarang. Ternyata cowok itu brengsek. Dia menumpahkan minumannya pada baju saya lalu cewek-cewek itu mengoyak baju saya. Semua orang menertawakan saya. Lalu nenek memberitakan bahwa papa dan mama tabrakan pagi ini dan mereka dalam keadaan kritis. Saya tidak sanggup menulis lagi.

    November 11,1999
    Hari ini Sabtu , nenek dan saya di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu di RS , nenek baru tahu dia diserang kanker perut dan harus dikemoterapi. Saya masih tidak percaya papa sudah meninggal. Saya sudah capek menangis. Saya letih. Saya harus tidur.

    November 12
    Papa tdk meniggal ! Tidak mungkin ! Ini semua hanya mimpi. Hidup saya sempurna. Jake masih mencintai saya. Saya tidak bisa menulis lagi. Saya sudah menangis terlalu lama. Saya ingin mati. Bawalah saya.

    Keesokan harinya Lisa ditemukan tewas gantung dengan tali berwarna kuning.
    “Saya ibunya. Nama saya Miranda Gonzalez. Saya menulis email ini agar org lain tidak mengalami apa yg dialami anak saya. Ingatlah semua orang ingin dicintai dan dipeluk setiap hari. Tidak ada seorang pun yang pantas diejek dan dihina.
    Tak seorangpun yang ingin meninggal seperti anak saya Lisa. Janganlah menjadi orang yang merasa sok popular dan suka merendahkan orang lain hanya karena kita merasa lebih dari mereka.”
    MySpace
    Tak ada manusia sempurna didunia namun kita bisa menciptakan kesempurnaan dengan saling menghargai & saling melengkapi. Orang yang merasa dirinya paling sempurna daripada orang lain sesungguhnya dialah orang yang perlu kita kasihani.

    Segelas Susu

    glass of milk
    Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu,
    menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
    Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya.
    Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saatseorang wanita muda membuka pintu rumah.
    Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.
    Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anaklelaki tersebut pastilah lapar,
    oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
    Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudianbertanya,
    “berapa saya harus membayar untuk segelas besar susuini ?”
    Wanita itu menjawab:
    “Kamu tidak perlu membayar apapun”.
    “Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan” kata wanita itu menambahkan.
    Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya danberkata :” Dari dalam hatiku aku berterima kasih padaanda.”
    Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudahtidak sanggup menganganinya.
    Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimanaterdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut.
    Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukanpemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal siwanita tersebut,
    terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokterKelly.
    Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut.
    Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui siwanita itu.
    Ia langsung mengenali wanita itu pada sekalipandang.Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskanuntuk melakukan upaya terbaik
    untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu,Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasuswanita itu.
    Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnyadiperoleh kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!.
    Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untukmengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanyauntuk persetujuan.
    Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu padapojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannyake kamar pasien.
    Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil
    seumur hidupnya.
    Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut.
    Ia membaca tulisan yang berbunyi..
    “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..”
    tertanda, DR Howard Kelly.
    Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa :”Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia”

    Penantian

    Sebuah kisah yang sangat memilukan dan mengharukan. Benar-benar kisah yang memilukan.
    Alkisah, ada dua pemuda pergi ke laut untuk bersantai di pantai sambil membawa makanan untuk makan malam. Sewaktu mereka duduk sambil menyantap makan malam, tiba-tiba mereka dihampiri oleh seorang nenek yang sudah renta. Nenek itu duduk sambil memungut makanan yang tercecer di tanah dan memakannya.
    Ketika melihatnya, mereka langsung menghampirinyadan bertanya,”Engkau lapar, nek?” Dia menjawab,”Aku di sini sejak pagi dan belum makan apa-apa. Anakku membawaku kesini sejak Subuh tadi. Dia pergi meninggalkanku dan mengatakan kepadaku bahwa dia akan datang dan mengambilku sebentar lagi.”
    Singkat cerita, mereka memberinya makanan dan nenek itu pun makan malam bersama mereka. Setelah malam makin larut, mereka mengemasi barang-barang mereka. Para pemuda itu merasa bahwa waktu sudah larut dan cuaca makin dingin. Sementara mereka tidak tega meninggalkan nenek tersebut di tepi pantai dalam kondisi seperti itu dimalam hari. Salah satu dari mereka menghampirinya dan bertanya,”Engkau punya nomor telepon anakmu yang bisa kami hubungi agar dia datang menjemputmu?” Nenek itu menjawab,”Oh ya, aku ada nomor teleponnya di kertas.
    Tatkala kertas itu dibaca, ternyata tertulis: “Siapa saja yang menemukan wanita ini harap membawanya ke panti jompo.” Para pemuda itu tersentak kaget melihat tulisan tersebut. Mereka duduk sesaat untuk merayu nenek itu mau pergi bersama mereka. Mereka berusaha agar nenek itu mau pergi bersama mereka ke tempat yang diinginkannya. Tentu saja nenek itu tidak mau pergi bersama mereka, karena anaknya berjanji padanya akan datang untuk menjemputnya. Nenek itu bersikeras untuk menunggu kedatangan anaknya. Dia mengatakan, “Anakku akan datang menjemputku dan aku akan menunggunya.”
    Nenek malang itu tidak tahu bahwa anaknya mengelabuhinya dan membuangnya pada saat dia sangat membutuhkannya.
    Para pemuda itu pun meninggalkannya dengan harapan bahwa si anak akan datang menjemputnya sesuai dengan janjinya. Salah seorang pemuda dari mereka merasa tidak bisa tidur karena memikirkan nasib nenek malang itu. Pemuda itu pun bangun, berganti baju dan mengendarai mobilnya menuju pantai. Setibanya disana dia melihat ambulans, polisi dan orang-orang berkerumun. Dia masuk di sela-sela mereka dan melihat nenek itu sudah meninggal dunia. Ketika dia bertanya kepada mereka tentang sebab kematiannya, mereka menjawab.”Tekanan darahnya naik dan ia meninggal dunia.” Dia meninggal dunia karena kecemasannya terhadap anaknya; jangan-jangan anaknya mengalami sesuatu sehingga tidak datang menjemputnya. Dia meninggal dunia saat menunggu kedatangan anaknya yang berjanji akan menjemputnya. Dia meninggal dunia saat jauh dari keluarganya.
    Semoga Alloh melimpahkan rahmat-Nya kepadanya dan memasukkannya kedalam surga-Nya melalu pintu yang paling lebar. Amin. Saya berharap agar semua orang yang membaca kisah ini mau menyebarluaskannya supaya menjadi peringatan bagi setiap anak yang durhaka kepada orang tuanya.

    Kasih Sayang Ibu

    Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
    Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
    Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
    Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
    Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
    Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
    Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
    Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
    Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
    Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
    Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
    Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
    Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, “Aku tidak ingin seperti Ibu.”
    Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
    Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
    Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
    Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
    Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
    Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
    Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
    Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
    Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
    Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
    Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
    Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
    Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.
    JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

    Kamis, 26 Mei 2011

    Anugrah Tuhan bagiku

    Aku bersyukur buat Tuhanku… bahwa ketika aku dilahirkan… Tuhanku berkehendak untuk ketika itu… saat yang sama dimana aku terlahir…. ketika itu pula ibuku meninggalkanku untuk selamanya…
    sehingga boleh dikatakan waktu / tanggal saat aku dilahirkan adalah waktu / tanggal yang sama juga saat Ibu harus pergi menghadap Tuhan untuk selamanya.
    Ibu… walau kini kita tak bersama sejak pertama ibu menghadirkan aku… aku tidak pernah kehilangan kasih… aku tetap memiliki kelembutan dari dalam hati dan diri ini… karena aku dilahirkan oleh ibu… yang memiliki KASIH YANG ABADI dalam diri Ibu.. Sebuah Anugrah Abadi dari Tuhan.
    Ibu.. Aku rindu dan kangen sama Ibu… walau sejak awal… tidak pernah aku melihat bayanganmu apalagi wajahmu… Kalaulah boleh aku meminta…. jangankan wajah.. walau hanya sebatas bayanganmu aku ingin melihatmu ada….. walau hanya sedetik ada dan berdiri di depanku.
    Ada kerinduan amat sangat selama ini untuk merasakan kasih sayangnya…. belaian tangan lembutnya… sama seperti aku melihat orang lain begitu hangat..nyaman.. damai bahagia dalam pelukan ibu tercinta… bahkan aku melihat saat dewasa pun mereka begitu akrab… di saat yang lain wujud keakraban itu dapat kulihat ketika sang ibu menyuapi anaknya yang sudah dewasa… terbayang betapa bahagianya…. terlukis sebuah rasa bahagia yang sulit untuk diungkapkan…
    Namun.. kuasa Tuhanku.. Anugrah Tuhanku… memang tidak akan pernah bisa dibayangkan… tidak dapat terpikirkan… keadilan yang luar biasa Tuhanku nyatakan dalam kehidupanku… Aku memiliki keluarga / orang tua, ibu yang begitu sayang… begitu luar biasa perhatiannya buat aku… sungguh sebuah wujud kasih yang tidak akan pernah mampu terbalaskan walau dengan apapun…. Yang luar biasanya aku sama sekali tidak memiliki hubungan kekerabatan atau pun hubungan darah / keluarga dengan mereka…
    Ketika aku pergi, atau bahkan pulang kerja… atau kemana pun aku pergi… lalu kembali pulang…… Saat aku membuka pintu selalu sudah tersedia makanan minuman di meja t4 tinggalku… For this, i always remember …
    Bahkan tempat dimana aku tinggal dan selanjutnya menjalani hidup dan atkifitasku itu pun disiapkan dan diberikan sementara untuk aku tempati…. TUHANKU…ENGKAU TAHU… BAHWA AKU SELALU BERDOA MEMOHON PADAMU SAYANGILAH KELUARGA INI… Aku sadar bahwa aku tidak akan pernah mampu membalas kasih dan perhatian yang begitu luar biasa besarnya dalam kehidupanku ini.
    Hanya yang mampu aku berikan adalah DOAku dan yang mampu kuucapkan adalah dan Ungkapan Terima kasih yang sebesar-besarnya…
    Inilah wujud keadilan Tuhan bagi Hidupku… Aku yakin hal ini pasti terjadi juga bagi sesama yang lain. Oleh karena itu bagi yang masih memiliki ibu… jangan tunggu lagi… sayangi dan bahagiakanlah ibu… Namun.. kini bagi yang tidak bersama lagi dengan ibu.. yakinlah bahwa kasih dan kelembutan hatinya akan terus dan tetap menjadi bagian dalam kehidupan anaknya. Amin.

    7 buah kata

    aku tahu aku berbeda dari anak-anak lain. Dan aku amat membencinya. Ketika aku mulai bersekolah, teman-teman selalu mengejekku, maka aku semakin tahu perbedaan diriku. Aku dilahirkan dengan cacat. Langit-langit mulutku terbelah.Ya, aku adalah seorang gadis kecil dengan bibir sumbing, hidung bengkok, gigi yang tak rata. Bila berbicara suaraku sumbang, sengau dan kacau. Bahkan aku tak bisa meniup balon bila tak kupejet hidungku erat-erat.
    Jika aku minum menggunakan sedotan, air akan mengucur begitu saja lewat hidungku. Bila ada teman sekolahku bertanya, “Bibirmu itu kenapa?” Aku katakan bahwa ketika bayi aku terjatuh dan sebilah pecahan beling telah membelah bibirku.
    Sepertinya aku lebih suka alasan ini daripada mengatakan bahwa aku cacat semenjak lahir. Saat berusia tujuh tahun aku yakin tidak ada orang selain keluargaku yang mencintai aku. Bahkan tidak ada yang mau menyukaiku.
    Saat itu aku naik ke kelas dua dan bertemu dengan bu Leonard. Aku tak tahu apa nama lengkapnya. Aku hanya memanggilnya bu Leonard. Beliau berparas bundar, cantik dan selalu harum. Tangannya gemuk. Rambutnya coklat keperakan. Matanya hitam lembut yang senantiasa tampak tersenyum meski bibirnya tidak. Setiap anak menyukainya. Tetapi tak ada yang menyintainya lebih daripada aku. Dan aku punya alasan tersendiri untuk itu.
    Pada suatu ketika sekolah melakukan test kemampuan pendengaran; yaitu mendengar kata yang dibisikkan dengan satu telinga ditutup bergantian. Terus terang sulit bagiku untuk mendengar suara-suara dengan satu telinga. Tidak ada orang yang tahu akan cacatku yang satu ini. Aku tak mau gagal pada test ini lalu menjadi satu-satunya anak dengan segala cacat di sekujur tubuhnya.
    Maka aku mencari akal untuk menyusun rencana curang. Aku perhatikan setiap murid yang ditest. Test berlangsung demikian: setiap murid diminta berjalan ke pintu kelas, membalikkan tubuh, menutup satu telinganya dengan jari, kemudian bu guru akan membisikkan sesuatu dari mejanya tulisnya. Lalu murid diminta untuk mengulangi perkataan bu guru. Hal yang sama dilakukan pada telinga yang satunya. Aku menyadari ternyata tak ada seorang pun yang mengawasi apakah telinga itu ditutup dengan rapat atau tidak. Kalau begitu aku akan berpura-pura saja menutup telingaku. Selain itu aku tahu dari cerita murid-murid yang lain bu guru biasanya membisikkan kata-kata seperti, “Langit itu biru” atau “Apakah kau punya sepatu baru?”.
    Kini tiba pada giliran terakhir; giliranku. Aku berjalan ke luar kelas, membalikkan tubuh lalu menutup telingaku yang cacat itu dengan kuat tetapi kemudian perlahan-lahan merenggangkannya sehingga aku bisa mendengar kata-kata yang dibisikkan oleh bu guru.
    Aku menunggu dengan berdebar-debar kata-kata apa yang akan dibisikkan oleh bu Leonard. Dan bu Leonard, bu guru yang cantik dan harum, bu guru yang aku cintai itu, membisikkan tujuh buah kata yang aku telah mengubah hidupku selamanya. Ia berbisik dengan lembut, “Maukah kau jadi putriku, wahai gadis manis?” Tanpa sadar aku berbalik, berlari, memeluk bu Leonard erat-erat, dan membiarkan seluruh air mataku tumpah di tubuhny

    Selasa, 24 Mei 2011

    Taksi dengan layanan terbaik

    Suatu ketika, Harvey Mackay (nampaknya sang pembicara motivasi juga) sedang menunggu antrian taksi di sebuah bandara. Kemudian, sebuah taksi mengkilap muncul dan mendekatinya.

    Sang supir taksi pun keluar dengan berpakaian rapi, dan segera membukakan pintu penumpang.

    Sang supir kemudian memberi Harvey sebuah kartu dan berkata,

    "Nama saya Wally. Sementara saya memasukkan barang bawaan ke bagasi, silakan membaca pernyataan misi saya. “

    Harvey kemudian membaca kartu tersebut, yang tertulis “Misi Wally: Mengatar pelanggan ke tempat tujuan dengan cara tercepat, teraman, dan termurah dalam lingkungan yang bersahabat.”

    Harvey sangatlah terkejut, terutama setelah ia melihat bagian dalam taksi yang sangat bersih.

    Di belakang kemudi, Wally berkata

    “Apakah Anda ingin kopi? Saya punya yang biasa dan tanpa kafein.”

    Harvey pun berkata “Tidak, saya ingin minuman ringan saja.” dan ternyata, Wally menjawab,

    “Tak masalah, saya punya pendingin dengan Coke biasa dan Diet Coke, air, serta jus jeruk.”

    Dengan terkagum-kagum, Harvey berkata “Saya mau Diet Coke saja.”

    Setelah memberikan Diet Coke, Wally pun kembali menawarkan

    “Jika Anda ingin membaca, saya punya The Wall Street Journal, Time, Sports Illustrated dan USA Today."

    Ketika taksi mulai berjalan, Wally kembali menawarkan radio mana yang ingin didengar oleh Harvey.

    Tapi ternyata masih ada lagi; Wally menanyakan apakah AC nya sudah pas dengan pelanggannya tersebut. Selama perjalanan, Harvey pun penasaran.

    “Apakah kau selalu melayani pelanggan seperti ini, Wally?” Tanya Harvey.

    Wally kelihatan tersenyum dari kaca taksinya.

    “Tidak selalu, malah baru di dua tahun terakhir. Di tahun pertama, saya banyak mengeluh seperti kebanyakan supir taksi. Kemudian saya mendengar Wayne Dyer di radio yang mengatakan bahwa ia baru saja menulis buku berjudul ‘You’ll See It When You Believe It’. I

    a mengatakan bahwa jika Anda bangun dan mengharap hal buruk terjadi, maka itu hampir pasti terjadi. Ia berkata, ‘Berhenti mengeluh! Berbedalah dari pesaing Anda. Jangan menjadi bebek. Jadilah elang. Bebek menguik dan mengeluh. Elang membumbung tinggi di angkasa.’

    Hal ini menohok saya. Ia sedang membicarakan saya, jadi saya mengubah sikap dan memilih untuk menjadi elang. Saya melihat supir taksi lain, dan saya melihat bahwa mobil mereka kotor, mereka tidak ramah, dan pelanggan mereka tidak senang. Jadi saya memutuskan untuk membuat perubahan sedikit demi sedikit. Ketika pelanggan suka, saya meningkatkannya.”

    “Pasti kau sudah merasakan manfaatnya”, kata Harvey. ‘

    "Tentu saja," Jawab Wally. "Di tahun pertama saya sebagai elang, penghasilan saya naik dua kali lipat. Tahun ini mungkin menjadi empat kali lipat. Anda beruntung bisa mendapatkan saya hari ini. Saya tak menunggu di pangkalan lagi. Pelanggan saya menelpon saya atau meninggalkan pesan di mesin penjawab. Jika saya tak bisa menjemput mereka sendiri, saya meminta bantuan teman saya.”

    Cerita Wally memang sangat inspiratif. Ia memberi layanan sebuah limo dari sebuah taksi, melipatgandakan penghasilan, karena ia memilih untuk menjadi elang dan bukannya bebek yang mengeluh.

    Hidup Untuk Memberi

    Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta .
    Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.
    Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai disebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, “boleh kakak bertanya” ? silahkan kak, kalau boleh tahu yang barusan adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?, oh… itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak, memang kenapa kak!, dengan sedikit heran , sambil ia balik bertanya. Oh.. tidak! , kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka? Lalu ,
    Adik kecil ini mulai bercerita, “Dulu ! aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma ”,setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan, apabila kami mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat sedih , namun setelah ibu ku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik.
    Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu , jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup , kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.
    Yang ibu ku selalu katakan “ hidup harus berarti buat banyak orang “, karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita , kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang , kenapa kita harus tunda.
    Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat , hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta,” Apa yang kita bawa”?. Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hati ku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya,dibandingkan adik kecil ini.
    Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Yah.. Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu.
    Hanya Kasih yang sempurna serta Iman dan Pengharapan kepada Mu lah yang dapat mengiringiku masuk keSurga. Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyak ku.
    (Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.)
    Lakukanlah perkara-perkara kecil, dengan membagikan cerita ini kepada semua orang, semoga hasil yang didapat dari hal yang kecil ini berdampak besar buat banyak orang.

    Tulang rusuk yang hilang

    Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
    Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
    Raka : Kamu dong?
    Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
    Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”
    Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.
    Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.
    Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”
    Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”
    Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.
    Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ”
    Lima tahun berlalu…..
    Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.
    Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
    Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
    Raka : Apa kabar?
    Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
    Raka : Belum.
    Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
    Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah.
    Dara tersenyum manis, lalu berlalu.
    “Good bye….”
    Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
    “Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”

    Sabtu, 21 Mei 2011

    Mother, how are you today??

    Masihkah Anda teringat lagu ini? Lagu yang sudah cukup lama tak terdengar di telinga.. Tapi tadi malem di radio ada yang request lagi ini. Aku jadi teringat lagu ini.

    Chorus

    Mother, how are you today?

    Here is a note from your daughter.

    With me everything is ok.

    Mother, how are you today?

    Mother, don't worry, I'm fine.

    Promise to see you this summer.

    This time there will be no delay.

    Mother, how are you today?

    Verse

    I found the man of my dreams.

    Next time you will get to know him.

    Many things happened while I was away.

    Mother, how are you today?

    Sahabat, pernahkah kita menyakan kondisi ibu kita ketika beliau tiap hari dan tiap detik memikirkan kita sampai ibu kita sakit?

    Sungguh Ibu adalah seorang manusia berhati malaikat yang Tuhan turunkan ke dunia untuk menjaga kita dan untuk membimbing kita. Sadarkah kita akan hal itu ?? Tapi mengapa masih banyak anak yang durhaka kepada ibunya?? Naudzubillahi mindzalik.....

    Sahabat, kita jarang sekali memikirkan kondisi ibu kita, padahal ibu setiap hari dan setiap saat selalu memikirkan kita.

    Semoga ini bisa menjadi renungan kita bersama untuk lebih menyayangi ibu kita, yang jasa-jasanya tak akan pernah terbalaskan oleh kita.

    BUMI yang MALANG

    Ketika itu guncangan gelombang tsunami membabat habis Aceh, disusul dengan luapan lumpur Lapindo yg tak kunjung berhenti, kemudian gempa menguncang Yogyakarta, padang, Sumbar, dan akirnya gempa itu sampai ke Ibu Kota, Jakarta kemaren sore.

    Bumi berkata, “Ya, Allah aku ini sudah tertalu tua. Aku sudah bosan menanggung beban para manusia pembuat dosa. Aku sudah lelah ya Allah. Mereka selalu berbuat seenaknya di “punggungku”.

    Aku sudah menumpahkan lautanku, aku sudah memuntahkan lumpurku, aku sudah menggetarkan “punggungku” untuk memperingatkan mereka. Tapi kenapa masih banyak dari mereka yang lebih suka bermaksiat kepadaMu daripada menyembahMu?

    Ya Allah, sampai kapan aku harus bertahan seperti ini ? Sampai kapan aku harus memikul beban ini ? Sampai kapan aku harus memikul para pembuat dosa ini ?”


    Sahabat, mungkin itulah yg sedang dialami bumi saat ini. Bumi sudah tertalu tua untuk menampung dosa-dosa kita, untuk menampung maksiat kita.

    Akhir-akhir ini, kita sering sekali memdapatkan sebuah peringatan dari Allah melalui makhlukNya yag bernama Bumi. Bencana seakan tiada akhir, gempa, gempa, dan gempa silih berganti.

    Mungkin itu adalah peringatan bagi kita “manusia” yg sering lalai akan keberadaan Dia. Kita jarang sekali mengingatNya, bahkan melupakanNya, atau mungkin malah kita tidak tahu siapa Dia. Naudzubillahi min dzalik.........

    Kawan, mari kita rubah haluan kapal kita. Kita juga harus menyakinkan pada penumpang lain kalau haluan kapal kita itu salah. Sebelum kita terjebak di tengah lautan dan tak bisa kembali. Sebelum Allah murka dan menenggelamkan kapal kita ke dalam lautan nan gelap gulita.

    Mari kita bersama-sama meringankan beban berat yg dipikul Bumi ini dengan saling mengingatkan, saling menasehati dalam kebaikan.

    Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita dan selalu membersamai kita dalam memutar haluan kapal ini, dalam meringankan beban bumi ini, dan dalam menegakkan kalimat mulia Laa ilaaha illallaah.

    Semoga bencana yg silih berganti ini dapat mengingatkan kita kembali bahwa tidak ada Dzat yang patut untuk disembah kecuali Allah Azza wa Jalla.

    TERUSLAH BERMIMPI

    Melamun.... ataukah merenung? Ah... aku tak peduli. Terkadang aku berpikir ingin menjadi seperti Habibie yang cerdas, sehingga punya sumbangsih yang besar (walau tidak di Indonesia). Terkadang aku berpikir ingin menjadi Jenderal Sudirman yang punya semangqat tinggi untuk terus berjuang, walau fisik tidak mendukung. Dan terkadang... aku ingin manjadi Umar Bin Khattab, yang begitu tegas untuk memisahkan antara urusan negara dan pribadi.

    Tapi..... apakah bisa???

    Aku hanyalah manusia bisa
    Ah... tapi mereka juga manusia bisa... bukan malaikat
    Aku hanyalah orang kecil
    Ah... tapi mereka juga awalnya adalah orang kecil
    ........

    Lama aku berpikir..... bisakah???
    Tapi... ternyata Tuhan berkata BISA !!!

    Sahabat, jadilah kau Array yang senantiasa bermimpi untuk masa depan
    Sahabat, jadilah kau Naruto yang impiannya tak pernah surut
    Sahabat, jadilah kau seperti Rasulullah yang punya impian membesarkan Islam

    Kau Lihat Hasilnya??? SUKSESS !!!!

    Janganlah kau takut untuk bermimpi. Dan ingatlah ini sahabat.
    Yang terpenting bukanlah seberapa besar mimpimu, tapi seberapa besar dirimu untuk mimpimu itu. (Sang Pemimpi)

    Gw khawatir ma yg ge baca

    Gw liat d TV barusan polisi nemu sesosok tubuh tergeletak d pinggir jalan. Mukanya jelek, rambut ga karuan n badan y bentol2 n panuan smua...

    Pliss .. hubungi gwe biar gwe ykin klau lu g knp-knp..

    JUST KIDDING :p

    pasien RSJ

    dokter RS jiwa melihat pasiennya buat kopi lalu memasukkan sebutir obat ke dalamnya.
    dokter: obat apa yang dimasukkan ke kopimu?
    pasien: obat penurun panas biar kopi cepet dingin!

    crita sialan

    sial banget aku hari ini, udah kena copet, sakit mencret, jalan kepeleset, kaki lecet, muka dijepret sama karet, eh sekarang crita qw malah di baca sama monyet..!!!!

    JUST KIDDING :p

    Ucup & Acep

    Ucup : "Cep ngapain lho megangin pager rumah?"
    Acep : "Ini Cup, gw lagi mau isi pulsa..."
    Ucup : "Eh, ape hubunganye nempel di pager ama isi pulsa Cep? Telpon operator aje. Susah amat sih."
    Acep : "Itu die masalahnye,dari tadi gue disuruh operator tekan pager, nah gue sudah tekan pager berkali-kali kok kagak bisa juga. Ampe bonyok neh jempol gue."
    Ucup : "Gue lebih parah coy."
    Asep : "Emang elu kenape?"
    Ucup : "Gue malah disuruh mencet bintang."

    profesor pelupa

    Suatu hari, ada seorang Profesor naik kereta api. Pada saat pemeriksaan karcis yang kedua kalinya Profesor itu kebingungan, karena karcisnya hilang. Tapi kondektur itu merasa yakin bahwa pada pemeriksaan yang pertama dia telah melubangi (periksa) karcis profesor itu!!!!
    Kondektur : “Saya yakin Pak Prof memiliki karcis tersebut, karena pada pemeriksaan pertama, saya masih ingat kalo Pak Prof memilikinya. Pak Prof gak perlu binggung, gak perlu takut, saya gak ngeharusin Pak Prof membeli karcis lagi kok. Tenang aja pak…!”
    Profesor : “Gimana bisa tenang! Karena hilangnya karcis itu, saya jadi lupa di stasiun mana saya harus turun?!!!!”

    kisah 3 tukang dan makanannya

    Disebuah proyek pembangunan
    apartement, ada 3 orank tukang yang lagi
    makan siang
    Tukang 1 : “Ya ampun!!!! roti isi telor
    lagi!!! TELOR TELOR TELORRR terussss!!!!!,
    kalo besok gue masih dibawain roti isi telor
    lagi, gue bakalan loncat dari gedung
    atas !!!”
    Tukang 2 : “NASI UDUK, NASI UDUK, NASI
    UDUK terus!!! bisa gila nih gue!!!! kalo
    besok masih nasi uduk, gue bakalan bunuh
    diri !”
    Tukang 3 : “ROTI SELAI KACANG???????,
    tyappppp hari gue makan roti selei
    kacang!!!, kalo besok masih selei kacang
    juga gue bakalan ikutan loncat bareng elo
    berdua !!”
    Besokannya, si tukang pertama dibawain
    roti isi telor lagi, tukang kedua, bawa nasi
    uduk lagi, dan tukang ketiga juga roti selei
    kacang lagi, akhirnya, mereka bertiga
    loncat dari gedung. Dipemakaman, ke3 istri
    tukang2 itu, sediiiihhhhh bgt:
    Istri 1 : “Kalo aja saya tau dia ngga mao
    makan roti isi telor, pasti udah saya bikinin
    yang laen …. ”
    Istri 2 : “Kalo aja dia bilang dia bosen
    sama nasi uduk, pasti ngga bakalan begini
    jadinya …….. ”
    Istri 3 : “Saya binggung kenapa suami
    saya bunuh diri, dia selalu bikin bekalnya
    sendiri …….. “